Namun terkait persoalan itu, pihak Puskesmas Barangka tidak bisa menjelaskan. Ia menyarankan agar konfirmasi langsung kepada Dokter bersangkutan.

Hanya saja, saat itu Dokter tersebut sudah pulang karena pelayanan di Puskesmas itu sampai jam 12 siang.

"Kalau soal itu nanti langsung sama dokternya. Kita tidak bisa memberi komentar," terangnya.

Selain itu, Wa Ruhaya juga menyampaikan bahwa pada dasarnya pihaknya tidak memaksa masyarakat untuk divaksin, meskipun itu sudah diloloskan oleh Dokter.

"Kalau sudah diloloskan oleh Dokter dan dia takut, kita tetap konfirmasi juga dengan yang bersangkutan apakah mau divaksin atau tidak, kalau tidak mau kita tidak dilayani," tuturnya.