Lebih lanjut, mantan Kadis Pariwisata Kolaka Utara ini menuturkan, jika sebenarnya sejak 2020 lalu, kedua petani kakao dan imam desa tersebut akan diberangkatkan umrah. Namun, akibat pandemi COVID-19 sehingga pemberangkatan mereka tertunda.
"Tentu Pemkab berharap melalui kegiatan seperti ini bisa meningkatkan semangat petani untuk lebih giat lagi mengembangkan dan merawat kakao milik mereka. Kan hasilnya mereka sendiri yang menikmati," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolut, Ismal Mustafa mengungkapkan, program revitalisasi kakao merupakan program unggulan Pemkab. Sehingga instansinya berinisiatif melakukan sesuatu yang walaupun itu skopnya kecil, tapi dapat berdampak positif bagi petani.
"Kebetulan tahun 2020 kemarin itu momen ulang tahun Kolaka Utara ke-16, jadi Disbunak berinisiatif melaksanakan lomba yang sifatnya stimulan bagi petani kakao," jelasnya.
Kata dia, hadiah awalnya cuma alakadarnya saja. Tapi setelah berdiskusi dengan bupati, sangat merespon kegiatan tersebut dan bersedia memberikan hadiah umrah bagi petani yang berhasil meraih juara satu untuk dua kategori lomba tersebut.
