Sementara juru bicara PDIP Sulawesi Tenggara, Agus Sana'a mengatakan, kabar terkait video yang tersebar menurutnya perlu dikaji kebenarannya, karena hal seperti demikian dalam politik sudah biasa terjadi.

"Kami tidak menanggapi itu, untuk apa menanggapi berita itu, biasa saja hal begitu dalam kontestasi pemilihan pemilihan calon anggota DPR, maupun pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden ada-ada saja orang bikin," bebernya.

Menurutnya, jika terjadi hal demikian adalah suatu pelanggaran yang bukan hanya etika, tetapi menyangkut moral.

"Itu tidak bertanggungjawab, tidak menyebutkan siapa dan dari apa kekuatan PDIP untuk menekan orang, jadi itu dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ucapnya.

Salah seorang warga penerima bantuan PKH di RT 13, Kelurahan Mandonga, Mangsia (30) mengatakan, tidak mengetahui hal tersebut hanya mengetahui ada video yang beredar, jikapun benar ia mengaku pasrah sebagai rakyat kecil.