Dia mengatakan, daging babi yang dijualnya setiap hari biasanya laku dua ekor atau tiga ekor. Namun sekarang tidak lagi, karena sepi membeli.

"Sepi juga Bang. Biasa saya potong per hari daging babinya dua ekor atau tiga ekor. Sekarang sudah gak bisa lagi, tak laku karena sepi pembeli," keluhnya.

Baca juga: Gegara COVID-19, Target PAD Dishub Muna Diturunkan

Maria Gultom, peternak babi di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang saat ditemui Telisik.id di kediamannya, mengaku kesulitan memperoleh babi akibat penyakit virus ASF.

"Habis bibitannya Bang. Sekarang sulit kita dapatkan," ujarnya.