Keempat, aspek psikologis juga terdampak. Testosteron diketahui memiliki hubungan dengan motivasi, konsentrasi, dan ketahanan mental. Penurunan hormon dapat membuat seseorang mengalami penurunan fokus serta perubahan dalam pengambilan keputusan.
“Kalau tidak dijaga, efeknya bisa terasa pada kehidupan seksual dan fisik,” ujar dr Boyke. Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun alami, kondisi tersebut tetap memerlukan perhatian melalui pola hidup yang tepat.
Untuk menjaga keseimbangan hormon, dr Boyke menekankan pentingnya gaya hidup sehat. Ia menyebut olahraga teratur sebagai salah satu cara yang dapat membantu menjaga kadar testosteron. Aktivitas fisik ringan hingga sedang dinilai efektif, sementara olahraga berlebihan justru berpotensi menurunkan hasrat seksual.
Selain itu, konsumsi makanan bergizi juga menjadi faktor penting. Asupan protein yang cukup, termasuk dari sumber alami seperti ikan, dapat membantu proses produksi hormon dalam tubuh. Pola makan seimbang menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Ia juga menyinggung penggunaan herbal tradisional, salah satunya purwoceng, yang disebut dalam sejumlah penelitian dapat membantu mendukung produksi testosteron secara alami.
