Peran baru ini tidak berarti IDI meninggalkan fungsi teknisnya. Rekomendasi izin praktik dan pembinaan etik tetap menjadi basis legitimasi organisasi. Yang perlu bergeser adalah porsi kapasitas analitisnya, agar kebijakan kesehatan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pengawasan semacam ini bukan sikap memusuhi pemerintah. Kritik yang berbasis data justru membantu pembuat kebijakan memperbaiki program sebelum kerugiannya membesar.
Syarat Agar Peran Ini Dipercaya
Peran sebesar ini hanya akan dipercaya publik jika IDI menjaga dirinya. Ada tiga tantangan yang perlu dijawab sejak awal: keterbatasan sumber daya organisasi, potensi resistensi internal terhadap perubahan peran, dan kapasitas riset kebijakan yang masih perlu diperkuat. Tantangan yang paling halus adalah godaan menjadikan IDI alat kepentingan kelompok tertentu atau kendaraan politik praktis, sebab hal itu akan mengikis kepercayaan publik yang dibangun di atas objektivitas keilmuan.
Jawabannya terletak pada kelembagaan: unit riset kebijakan internal yang kuat, kemitraan dengan lembaga akademik dan riset independen, serta mekanisme akuntabilitas dan transparansi dalam setiap rekomendasi dan pengawasan. Dengan begitu, kritik IDI dinilai dari kualitas buktinya, bukan dari siapa yang menyampaikannya. Independensi bukan berarti menjauh dari pemerintah, melainkan menjaga jarak yang sehat agar nasihat profesi tetap jernih.
Rekomendasi
