Baca juga: Ini Doa Hari ke-9 dan 10 Ramadan Serta Keistimewaannya
Menurutnya, banyak orang yang malas mempergunakan hadis tersebut sebagai pembenaran. Padahal sesungguhnya tidak ada hadis seperti itu.
"Kami sampaikan dan kami tegaskan, hadis yang dimaksud itu palsu. Bukan hadis sahih, tapi hadis palsu. Bahkan bukan cuma palsu tapi palsu banget," tegas Ustaz Adi Hidayat.
Ia menjelaskan, hadis tersebut memiliki sejumlah permasalahan mulai dari riwayat perawi hingga makna yang bertentangan dengan semangat Ramadan itu sendiri.
"Pertama, riwayatnya bermasalah. Kedua, mohon maaf, itu bertentangan dengan semangat Ramadan. Nabi meminta kita untuk meningkatkan ibadah, lalu Anda mengambil alasan untuk keluar dari semangat itu," ungkapnya.
