"Anda bisa bayangkan, Ramadan, Perang Badar, panas terik, aktivitas meningkat. Yang puasa, yang salat, yang baca Al-Qur'an, mereka sahabat, ahli surga sebagian mereka masuk surga tanpa hisab," tuturnya.
Oleh karenanya, Ustaz Adi Hidayat menilai hadis tidurnya orang puasa adalah ibadah hanyalah alasan yang dipakai oleh orang-orang yang ingin menghindari ibadah di bulan Ramadan.
"Maka tiba-tiba muncul orang-orang belakangan, sahabat (Nabi) bukan, tabiin bukan, tidak dekat dengan Allah, pahala belum banyak, belum ada jaminan surga, lantas Anda ingin menghindari. Nabi mengatakan tingkatkan ibadah, Anda (malah) menghindari ibadah dengan alasan tidur. Maka bagaimana Anda katakan itu hadis? Mustahil!" tukasnya.(C)
Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim
Editor: Haerani Hambali
