Caranya dengan menyiapkan air putih yang disimpan selagi dibacakan Alquran sampai khatam. Air ini disediakan supaya menjadi obat dari segala obat.
Tidak hanya untuk dia dan kesehatannya, tapi doa ini juga ditujukan untuk perlindungan, keamanan, keselamatan, dan kesembuhan semua orang.
“Buat yang belum punya anak, biar punya anak. Yang punya utang, biar lunas. Yang belum punya kerjaan, usaha, rumah, belum pergi haji, umrah, hidupnya susah, penyakitan,” tuturnya.
Oktober lalu, Yusuf Mansur tampil dalam bincang-bincang virtual “Sosialisasi Pesantren Daarul Quran: Iman, Aman, Imun” yang digelar Satuan Tugas atau Satgas Penanganan COVID-19.
Saat itu, dia mengatakan para santri dan pengurus di pondok pesantrennya menghadapi pandemi COVID-19 bukan sebagai beban sehingga tidak menganggapnya sebagai tantangan.
