Anies menegaskan, komitmen yang telah dijalankan Pemprov DKI yang menempatkan Jakarta sebagai Kota Kolaborasi, di mana warganya turut terlibat aktif dalam pembangunan kota.
“Pemprov DKI memilih untuk melihat pembangunan Jakarta sebagai kesempatan bagi semua untuk berkiprah. Jadi, tidak dimonopoli P
Pemerintah, tapi kita ajak semua terlibat. Karena tidak ada kota di Indonesia yang memiliki sumber daya sebanyak Jakarta, baik NGO, pelaku usaha, pengamat, analis, konten kreator, dan lembaga internasional,” paparnya.
“Kami memang tentukan arah pembangunannya, tapi kami ajak semua terlibat. Ini mindset baru di DKI Jakartra, tapi ini bukan baru bagi Indonesia, karena bangsa ini dibangun dengan semangat gotong royong,” sambungnya.
Guna memeriahkan HUT ke-494 Kota Jakarta, logo yang dipilih memiliki filosofi yang menggambarkan harapan dan mimpi masyarakat Jakarta untuk bangkit.
