"Jadi, korban ini anaknya sudah 3. Paling besar laki-laki kelas 2 SMP, yang nomor dua kelas 5 SD perempuan dan yang nomor tiga itu kelas 3 SD laki-laki. Korban berjualan es kelapa bersama istrinya dekat lokasi kejadian itu," ungkapnya.
Pengakuan wanita berusia 57 tahun ini, korban akan dimakamkan di Kecamatan Medan Polonia di pemakaman umum.
"Jadi, istrinya tidak ikut. Karena sedang memberesi rumah, mengurus anaknya yang masih kecil kecil," tuturnya sambil berlinang air mata.
Sedangkan Lasma, istri Adi Saputra korban tewas bersamaan dengan Mardian, ketika ditemui awak media mengaku, tidak ada perasaan buruk sebelum suaminya ditemukan meninggal dunia di dalam parit.
"Tidak ada firasat buruk. Malam itu suami saya pulang kerja dan baru pulang pangkas juga. Lalu saya dikasihnya uang Rp 20 ribu. Dia bilang sudah pangkas," ungkapnya.
