JAKARTA, TELISIK.ID - Permintaan penghapusan utang dan pemberian subsidi disampaikan langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut, menyusul beban triliunan rupiah akibat konsumsi BBM yang dinilai mengganggu operasional kapal-kapal perang milik negara.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa institusinya memiliki tunggakan pembayaran bahan bakar minyak (BBM) kepada PT Pertamina (Persero) dengan nilai mencapai triliunan rupiah.
Hal ini disampaikan Ali dalam rapat bersama Komisi I DPR RI yang berlangsung di kompleks parlemen, Jakarta.
Ali menyebutkan bahwa saat ini total tunggakan BBM TNI AL mencapai Rp2,25 triliun. Selain itu, ia mengungkapkan adanya penambahan kewajiban sebesar Rp3,2 triliun, menjadikan total beban utang semakin membengkak.
"Harapannya sebenarnya ini bisa ditiadakan untuk masalah bahan bakar, diputihkan," ujar Ali di hadapan para anggota DPR RI dalam rapat tersebut, seperti dikutip dari Antara, Selasa (29/4/2025).
