Baca Juga: Oknum TNI AL Asal Kendari Habisi Jurnalis Juwita di Mobil, KTP Korban Dihancurkan

Menurut Ali, tunggakan utang tersebut cukup memberatkan dan secara langsung mempengaruhi kegiatan operasional TNI AL. Ia menilai bahwa keberlanjutan misi serta kesiapan armada laut tidak dapat dilepaskan dari pasokan bahan bakar yang memadai dan stabil.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa harga BBM yang digunakan oleh TNI AL saat ini masih mengacu pada harga industri. Hal tersebut dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik operasional militer yang bersifat strategis dan vital bagi pertahanan negara.

"Penggunaan BBM untuk TNI AL masih dikenakan harga seperti industri-industri," ungkapnya saat memaparkan kondisi yang terjadi di tubuh TNI AL kepada Komisi I DPR RI.

Oleh karena itu, Ali mengusulkan agar konsumsi BBM untuk kebutuhan kapal perang TNI AL mendapatkan subsidi dari negara, sebagaimana perlakuan yang telah diberikan kepada institusi Polri.