Ia juga mengingatkan peserta untuk fokus dan mengerjakan soal secara mandiri. Menurutnya, sistem UTBK yang terkomputerisasi menutup celah kecurangan, termasuk praktik percaloan.

“Kalau ada yang mengatasnamakan bisa membantu urusan kelulusan, saya pastikan itu omong kosong. UTBK ini berbasis komputer, yang menyeleksi adalah sistem,” tegasnya.

Pelaksanaan UTBK tahun ini juga didukung sistem digital menyeluruh, mulai dari absensi hingga berita acara ujian. UHO turut melibatkan tim monitoring pusat untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan.

Selain itu, UHO memastikan pelaksanaan UTBK bersifat inklusif dengan menyediakan fasilitas bagi peserta disabilitas. Herman menegaskan pemenuhan hak peserta berkebutuhan khusus menjadi prioritas panitia.

“Kita siapkan fasilitas pendukung. Kewajiban kita adalah memenuhi hak-hak mereka sebagai peserta tes,” katanya.