Tidak seperti yang lain, vaksin Oxford-AstraZeneca tidak harus disimpan pada suhu dingin dalam freezer, sehingga berpotensi lebih mudah didistribusikan, terutama di negara-negara berkembang.

Baca juga: Joe Biden Susun Kabinet, Posisi Menlu Sudah Diisi

"Karena dapat disimpan pada suhu lemari es, vaksin ini dapat didistribusikan ke seluruh dunia menggunakan sistem distribusi imunisasi normal. Dan tujuan kami untuk memastikan bahwa kami memiliki vaksin yang dapat diakses di mana-mana, saya pikir kami benar-benar berhasil melakukan itu,” ujar dr Andrew Pollard, dikutip dari Apnews, Senin (23/11/2020).

Vaksin AstraZeneca dapat disimpan pada 2 derajat hingga 8 derajat Celcius atau 36 derajat hingga 46 derajat Fahrenheit. Berbeda dengan produk vaksin Pfizer dan Moderna yang harus disimpan pada suhu freezer.

Pada vaksin Pfizer misalnya, vaksin harus disimpan pada suhu sangat dingin sekitar minus 70 derajat Celcius (minus 94 Fahrenheit).