Menurutnya, tidak ada korelasi antara penghapusan PPKM dengan vaksinasi. PPKM dicabut untuk tak membatasi ruang gerak masyarakat, sementara vaksin booster tetap diperlukan untuk terus menekan angka kejadian COVID-19 menjadi zero (nol kasus).
Pihaknya sendiri tidak bisa memprediksi apakah tsunami COVID-19 akan terjadi kembali atau tidak, oleh karena itu pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap melengkapi vaksin untuk mencegah COVID-19.
Begitu juga dengan penggunaan masker yang saat ini dianggap sudah menjadi bentuk perilaku hidup sehat yang mau tidak mau diterapkan masyarakat meski PPKM telah berakhir.
Ia melaporkan tingkat kejadian COVID-19 di Sulawesi Tenggara untuk saat ini sangat sedikit, kurang dari tiga kasus, bahkan hampir tidak ada kasus baru perharinya. Begitu pula dengan angka kematian yang semakin hari bisa ditekan berkat adanya vaksin.
Ridwan memprediksi pandemi COVID-19 setidaknya tahun ini akan berubah statusnya menjadi endemi, atau virus yang penyebaran umumnya terkendali.
