Ia menekankan para camat, Pj kepala desa (Kades) dan lurah agar tidak main-main dalam menjalankan program vaksinasi. Bila nantinya, ada yang tidak mampu mencapai 70 persen siap-siap diganti.

Baca Juga: Diresmikan Jokowi Besok, Menteri PUPR Tinjau Kesiapan Bendungan Ladongi Koltim

"Vaksinasi ini bukan untuk kepentingan kepala daerah, tapi kepentingan daerah secara keseluruhan. Saya ingatkan jangan ada yang main-main. Saya sudah sampaikan pada pak bupati, bila ada yang tidak cukup target kita ganti," tegasnya.

Begitu juga dengan pejabat esalon II, III dan IV, bila ada yang belum divaksin laporkan. Ia tidak mau dengar ada pejabat yang pura-pura sakit, hanya untuk menghindari vaksin.

"Kita tidak mau malu. Kalau ada pejabat yang pura-pura sakit, kita akan ganti juga," ancamnya.