Butuh ada perubahan mendasar dan paradigmatis dari sistem yang ditegakkan, dan itu butuh perjuangan serius berlandaskan kesadaran. Adapun perubahan sistem yang dimaksud adalah dengan mencampakkan sistem kapitalisme neoliberal yang menghalangi negara mendapatkan sumber-sumber modal untuk menyejahterakan rakyatnya.
Di sinilah urgensi dakwah dengan Islam kaffah. Agar umat memahami bahwa hanya Islam yang mereka butuhkan. Karena Islam ternyata mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk bagaimana negara mewujudkan kesejahteraan rakyat, di antaranya melalui sistem ekonomi dan keuangan Islam.
Allah Swt. berfirman, yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan” (QS Al-Anfal: 24).
Jadi dalam sistem Islam tidak ada sejarah yang mencatat bahwa didapatkan perekonomiannya negara lemah atau mengalami defisit APBN, justru dalam sejarah mencatat APBN negara selalu surplus.
Sebagaimana kekhilafahan yang dipimpin oleh Harun Ar-Rasyid. Meskipun dalam kondisi negara terkena wabah sekalipun, ekonomi negara cepat dipulihkan sebagaimana yang terjadi dalam kepemimpinan Umar bin Khattab. (*)
