Keunggulan COVENT-20 ini, selain biaya produksinya lebih hemat, inovasi ini juga lebih compact, portable, hemat energi, serta mudah dioperasikan sehingga aman bagi PDP (Pasien Dalam Pengawasan) maupun pasien positif COVID-19 untuk perjalanan dari rumah atau ruangan observasi ke ruangan isolasi.

Ketua Tim Ventilator UI, Basari, menjelaskan, dalam praktiknya ada dua tipe ventilator, yaitu ventilator yang digunakan di ruang ICU dengan mode lengkap dan ventilator transport biasanya hanya satu mode dan bisa digunakan dalam kondisi emergency.

Baca juga: Banyak Tangani Pasien COVID-19, APD di RS Raha Dipertebal

Terkait mode ventilasi COVENT-20, Basari mengungkapkan ventilasi multimode yang  digunakan pada ventilator ini adalah sistem mode Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) untuk pasien PDP yang biasanya masih sadar.  

"Jadi hanya perlu dibantu diberikan oksigen ke paru-paru, sedangkan mode Continuous Mandatory Ventilation (CMV) digunakan untuk pasien positif COVID-19 dengan gejala pneumonia berat yang tidak dapat mengatur pernafasannya. Sehingga perlu dikontrol dengan mode CMV. Ventilator ini juga dilengkapi Positive End Expiratory Pressure (PEEP)," imbuhnya.