"Namun, bisa digunakan untuk memberi manfaat bagi masyarakat," katanya.

Meski ventilator yang dibuat tim UGM Yogyakarta dalam proses uji alat dan uji klinis, Sri Sultan HB X berharap ventilator tersebut bisa diperkenalkan ke publik untuk digunakan di beberapa rumah sakit.

Pada kesempatan itu, Gubernur DIY menawarkan skema kerja sama agar harga ventilator buatan dalam negeri tidak mahal dan membebankan pihak rumah sakit.

"Yang namanya rumah sakit dalam keadaan darurat COVID-19 mestinya ventilator itu penting untuk memberikan ruang pada pasien pada penyakit tertentu yang memerlukan itu. Namun, jika berbicara harga ini menjadi dilematis," paparnya.

Saat ini, diterangkan Sri Sultan HB X, sudah ada 12 ventilator di beberapa rumah sakit di DIY. "Namun, selama masa pandemi hanya ada dua ventilator yang digunakan untuk merawat pasien COVID-19," terangnya.