Sedikitnya alat ventilator yang dipakai tersebut, menurut Sri Sultan HB X, disebabkan pasien COVID-19 di DIY jumlahnya sedikit dan sebagain besar mengalami gejala ringan.

"Sedikitnya jumlah pasien COVID-19 di DIY disebabkan karena saya menganjurkan agar pendatang atau warga yang mudik untuk mengikuti proses karantina selama 14 hari. Selanjutnya, selama proses karantina, pemerintah memberikan suplemen seperti vitamin B kompleks, zinc dan madu," katanya.

Baca juga: Aksi Humanis Istri KSAD, Sering Curi Perhatian Masyarakat

Selain itu, pihak RT dan RW juga mengawasi proses karantina tersebut. "Kuncinya kasih vitamin dan kontrol di desa," paparnya.

Meski ventilator dipergunakan untuk pasien kritis, namun Sri Sultan HB X berkeyakinan, alat ini masih sangat diperlukan sepanjang pandemi COVID-19 masih berlangsung.