"Saya berharap apabila uji klinis dan izin edar alat tersebut sudah dikeluarkan, kita akan mempertimbangkan untuk memanfaatkan alat tersebut di beberapa rumah sakit di DIY dengan model kemitraan dengan pihak ketiga," katanya.

Dikatakan Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono, M.Eng, D.Eng, kali ini UGM Yogyakarta memperkenalkan alat tersebut kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai hasil pengembangan tim peneliti yang bekerja sama dengan mitra industri lokal DIY.

Sri Sultan HB X menawarkan, pendanaan ke depan tidak hanya untuk ventilator. Namun karya lainnya bisa dikembangkan karena sekitar 95 persen produk alat kesehatan di Indonesia masih impor.

Ada dua jenis ventilator yang dikembangkan oleh  tim UGM Yogyakarta, yakni ventilator yang dapat digunakan di intensive care unit (ICU) dan ventilator non ICU. Keduanya tengah dalam tahap uji coba produk di Surabaya dan uji klinis di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Ventilator ICU yang dibuat UGM itu merupakan satu-satunya yang pertama dibuat di Indonesia.