1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, dengan mencari lokasi yang rata dan terkena cahaya matahari;
  2. Gunakan benda atau tongkat yang lurus, bisa juga menggunakan benang berbandul;
  3. Siapkan jam yang telah dikalibrasikan atau dicocokkan dengan waktu BMKG;
  4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan benar-benar tegak lurus (90 derajat dari permukaan tanah) atau gantungkan benang berbandul;
  5. Tunggu hingga waktu rashdul qiblah tiba, lalu amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut;
  6. Setelah itu, tandai ujung bayangan dan tarik garus lurus dengan pusat bayangan, baik tongkat atau bandul;
  7. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut. (C)

Baca Juga: Suhu Panas di Indonesia Terjadi Akhir-akhir Ini, Ilmuwan Ungkap Alasannya

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali