Dengan begitu, perempuan pun lebih mudah mencapai orgasme ketimbang saat mereka hubungan seks dengan pasangan.

Dikutip dari Headtopics.com, peneliti menganggap bahwa penggunaan vibrator tidak terlalu buruk. Karena dapat membantu perempuan yang rendah gairah seksual atau libido, anorgasmia atau kondisi di mana seseorang tidak mampu orgasme, ketidakmampuan sensorik atau motorik, dan atau kondisi yang tidak memungkinkan terjadinya penetrasi pada vagina.

Selain itu, vibrator juga bisa dimanfaatkan sebagai 'bumbu' dalam aktivitas seksual dengan pasangan. Penggunaan vibrator pun tidak bisa disamakan atau menggantikan hubungan seks bersama dengan pasangan.

Baca Juga: Hukum Menggunakan Alat Bantu Seks saat Hubungan Suami Istri

Sebab keintiman, bonding, dan chemistry yang lahir dari hubungan seks bersama pasangan tidak bisa diperoleh melalui vibrator. Vibrator sendiri ialah alat bantu seks yang digunakan pada tubuh untuk menciptakan stimulasi seksual.