Terlebih jika di dalam video tersebut diduga melibatkan anak di bawah umur, maka ancamannya bisa bertambah berat sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.
Fenomena ini menambah daftar panjang kasus serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Di masa lalu, banyak video viral yang dikaitkan dengan nama-nama tak dikenal, dan belakangan terbukti hanyalah umpan palsu yang digunakan untuk mencuri data atau menyebarkan virus digital.
Banyak warganet kini mulai meragukan kebenaran sosok Andini Permata. Mereka menduga kuat bahwa nama tersebut hanyalah fiktif belaka.
Hal ini didukung oleh tidak adanya jejak digital yang jelas, baik di mesin pencari, platform media sosial, maupun sumber resmi lainnya.
