Tak hanya itu, komentar-komentar yang muncul di video tersebut juga menunjukkan sentimen negatif. Sejumlah netizen bahkan secara terang-terangan menyatakan bahwa mereka lebih tertarik membaca komentar-komentar ketimbang menonton isi videonya.
“Siapa yang ke sini cuma mau liat komen-komen tapi skip isi videonya coba cung,” tulis akun @deliyagendhis4245. “Anda jangan pernah sekali-kali berpikir bahwa video anda ini keren atau menginspirasi,” tambah akun @rsydnrdn.
Meski mendapat respons kurang positif, sebagian kecil warganet tetap menanggapi dengan ajakan konstruktif. Salah satunya menyarankan agar Gibran mengangkat isu bonus demografi dalam forum diskusi terbuka di berbagai kampus di tanah air.
“Monggo mas wapres diskusi tentang bonus demografi di kampus-kampus, di mana mereka adalah calon tenaga kerja produktif, ditunggu ya,” tulis akun @xiexie6349.
Dalam video tersebut, Gibran menyampaikan bahwa Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi pada tahun 2030 hingga 2045. Ia menjelaskan bahwa sekitar 208 juta penduduk Indonesia akan berada pada usia produktif selama periode tersebut.
