“Kesempatan ini tidak akan terulang, di mana sekitar 208 juta penduduk kita akan berada di usia produktif,” ucap Gibran dalam monolognya.
“Ini adalah peluang besar kita, ini adalah kesempatan emas kita untuk mengelola bonus demografi agar bukan menjadi sekedar bonus, bukan menjadi sekedar angka statistik yang fantastis, tapi sebagai jawaban untuk masa depan Indonesia,” lanjutnya dalam video tersebut.
Menanggapi sorotan terhadap video itu, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menyampaikan bahwa langkah Gibran ini menunjukkan usahanya untuk tetap eksis di tengah opini publik yang cenderung negatif.
“Memang tidak gampang jadi Gibran. Ngomong salah, tidak ngomong pun jadi salah,” ujar Adi, Selasa (2/4/2025), seperti dikutip dari Tribunnews.
Menurut Adi, dalam dunia politik, cara Gibran menarik perhatian publik ini bisa dianggap berhasil.
