“Hampir di semua platform yang meng-upload dan mengunggah video Gibran itu sentimennya negatif, tapi dalam politik nggak boleh menyerah. Artinya Gibran itu secara tidak langsung sudah mampu mencuri perhatian publik untuk terus membicarakan Gibran sebagai orang yang, ya ini adalah barang politik,” jelasnya.

Meski begitu, posisi Gibran sebagai Wakil Presiden dinilai serba salah. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menilai bahwa tantangan Gibran terletak pada posisinya sebagai pendamping presiden.

“Wakil apa saja baik wakil presiden, wakil gubernur, wakil bupati dan lain-lain. Terlalu maju salah, ketinggalan juga salah. Terlalu muncul juga nggak baik, tenggelam sama sekali juga buruk,” ujar Sarmuji, Rabu (23/4/2025).

Ia menambahkan bahwa meskipun banyak yang tidak menyukai penyampaian Gibran, topik yang diangkat sebenarnya sangat relevan.

“Gibran sesungguhnya mengangkat isu yang sangat penting, yakni bonus demografi yang dapat menjadi jalan untuk menghadapi tantangan global,” tegas Sarmuji.