Lebih lanjut, Sarmuji menyebut bahwa Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih tidak akan bersikap berlebihan terhadap kontroversi yang menimpa Gibran.
“Untungnya Pak Prabowo orangnya juga nggak ribet dan nggak baper. Enggak membatasi peran wapresnya, jadi wapres Gibran bisa ambil peran sesuai porsinya,” imbuhnya.
Kontroversi seputar video monolog tersebut mengingatkan publik akan betapa cepatnya persepsi negatif terbentuk di era digital. Meski demikian, pesan utama dari Gibran dalam video tersebut tetap memiliki nilai strategis yang tidak bisa diabaikan. Menurut dia, pengelolaan bonus demografi adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Indonesia akan mendapatkan puncak bonus demografi di tahun 2030 sampai tahun 2045. Sebuah kondisi yang terjadi hanya satu kali dalam sejarah peradaban sebuah bangsa,” kata Gibran menutup monolognya. (C)
