"Karena dia (si penyebar video) pakai akun palsu. Itu bisa saja diedit mukanya (muka Rasyid). Saya dan kepala kita, dan badannya orang yang sama besarnya. Oleh karena itu kita telusuri siapa yang punya akun," kata Rasyid pekan lalu.

Meski demikian, walau sudah mengaku dan menghadapi kenyataan video tersebut sengaja disebarkan orang lain, Rasyid belum melaporkan kasus ini khususnya pihak yang menyebar video tersebut ke polisi.

Akan tetapi, saat ini polisi terus memburu penyebar video tersebut, yang diduga menggunakan akun palsu di media sosial.

Sebelum pengakuannya, Rasyid sempat mengatakan, munculnya video porno yang (diklaim Rasyid) diedit dan menampilkan wajahnya itu ada kaitannya dengan Pilkada Pangkep 2020.

"Intinya saya lihat mau mempengaruhi calon (paslon) supaya turun karena kita sebagai pengusung. Saya merasa tidak benar itu barang (video) itu." ungkap Rasyid. (B)