Tepat ketika petugas medis mengusapkan kapas dan bersiap menyuntik, volume suara pria tersebut semakin meninggi dan tidak terkendali.
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Ilallah, Muhammadarrasulullah," teriak pria tersebut.
Pria itu pun kembali meminta petugas medis untuk menunggunya agar ia dapat kembali menenangkan diri.
“Iya bu, ya bu. Bentar-bentar. Ta tegang ta tegang," kata pria tersebut.
Setelah merasa tenang, pria itu kembali bersiap disuntik. Namun, kali ini ada sedikit yang berbeda. Ia bukan hanya menggenggam erat tangan rekannya, melainkan juga menyandarkan kepala di bahu rekannya.
