Jika benar video tersebut menampilkan eksploitasi anak, maka pelakunya dapat dijerat dengan undang-undang perlindungan anak yang memiliki konsekuensi hukum sangat berat.
Ancaman penjara serta denda tinggi membayangi pelaku, penyebar, bahkan konsumen konten seperti itu.
Selain aspek hukum, dampak psikologis terhadap anak yang menjadi korban juga sangat serius. Penyebaran video eksploitasi hanya akan memperparah trauma yang mungkin dialami korban serta memperkuat praktik eksploitatif di ruang digital yang kian tak terkendali.
Netizen diimbau untuk tidak sembarangan membagikan, menyimpan, atau bahkan mencari tautan video yang beredar tanpa validasi kebenaran. Sebaiknya laporkan konten mencurigakan kepada pihak berwenang agar bisa ditindaklanjuti secara hukum dan etis. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
