“Jadi Pak Prabowo beserta jajarannya, jangan termakan hoax. Pagar laut ini milik PIK2 atau milik Agung Sedayu ya pak. Pagar laut ini saya pastikan milik nelayan warga sini, pak,” kata Abu Janda dalam vlog yang dipublikasikan melalui kanal media sosialnya.
Dalam video tersebut, Abu Janda juga menyebut bahwa tuduhan pagar laut tersebut milik perusahaan besar hanyalah provokasi. Ia bahkan menyebut bahwa isu tersebut sengaja ditiupkan untuk membenturkan kelompok masyarakat berdasarkan ras dan agama, serta menciptakan perpecahan di kalangan publik.
“Yang bilang pagar laut milik 9 naga itu provokator pak. Niatnya mau rasis ke warga minoritas dan mau adu domba bangsa. Ditangkepin aja tuh orang yang bikin gaduh kayak gitu pak,” lanjut Abu Janda dalam vlognya.
Namun, pernyataan itu menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk dari Yusuf Muhammad atau yang dikenal dengan nama Yusuf Dumdum. Yusuf menyebut bahwa informasi yang disampaikan Abu Janda dalam vlognya bertentangan dengan kesaksian warga lokal.
Ia juga mengungkapkan bahwa dua narasumber yang diwawancarai dalam video tersebut bukanlah nelayan asli dari wilayah yang sedang dipersoalkan.
