Dengan memberikan makan berupa air direbus dengan daun ganja, sementara yang lain diberi makan yang dicampur dengan daun yang dihancurkan.
Kadar tetrahydrocannabinol (THC), zat psikoaktif tanaman yang membuat orang merasa tinggi, dan cannabidiol (CBD), senyawa yang tidak memberikan pengguna tinggi, dalam daun berkisar antara 0,2 hingga 0,4%. Tidak ada perilaku abnormal yang diamati pada ayam.
"Pada tingkat intensitas yang kami berikan kepada mereka, itu tidak akan membuat ayam tinggi (adanya perubahan)," katanya.
Walaupun belum dipublikasikan hasil positif terhadap kualitas ayam itu. Ternyata ayam yang diberi suplemen ganja cenderung mengalami sedikit kasus bronkitis burung, dan kualitas dagingnya dinilai dari komposisi protein, lemak dan kelembapannya, serta kelembutannya lebih unggul.
Baca Juga: Hati-Hati, Beberapa Tempat Wisata di Dunia Ternyata Tak Boleh Difoto
