Ada juga yang menilai bahwa tindakan guru tersebut melanggar prinsip pendidikan. "Harusnya masalah SPP urusan sekolah dan orang tua murid," ujar netizen lain.

Sejumlah warganet bahkan berinisiatif untuk memberikan donasi kepada keluarga Mahesa. Mereka berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi keluarga.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Sekolah akhirnya angkat bicara. Kepala Sekolah SD Yayasan Abdi Sukma, Juli Sari, mengklarifikasi bahwa ini adalah kesalahpahaman.

"Jadi sebenarnya ada miskomunikasi," ujar Juli Sari. Ia menyebut bahwa tidak ada kebijakan resmi menghukum siswa yang belum bayar SPP.

Menurut Juli, ia baru mengetahui kejadian itu setelah wali murid datang. "Wali muridnya datang sambil menangis dan melapor kepada saya," jelasnya.