Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki cukup anggaran untuk mengurus klub sepak bola profesional. Ia menegaskan bahwa prioritas pembangunan Subang saat ini bukan pada olahraga profesional, tetapi pada kebutuhan dasar masyarakat.
"Orang Subang bukan butuh Persikas untuk hari ini. Orang Subang butuh jalan yang baik, butuh sekolah yang baik. Dalam persepakbolaan, untuk menjadi Liga 1 atau Liga 2 itu memerlukan biaya besar. Tidak bisa Pemda Subang untuk mengurus main bola, duitnya ga cukup," kata Dedi Mulyadi di hadapan warga.
Aksi yang dilakukan kelompok suporter tersebut diketahui berasal dari komunitas Persikas Fans Menyapa KDM. Mereka secara terang-terangan membawa misi untuk menolak rencana akuisisi klub kebanggaan warga Subang tersebut oleh pihak luar daerah.
Diduga, mereka telah merancang aksi tersebut sebelumnya untuk mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat.
Dalam spanduknya, mereka menuliskan tuntutan agar Dedi Mulyadi menyelamatkan Persikas dan tidak membiarkan klub itu diambil alih oleh pihak dari luar daerah.
