Selain persoalan kehadiran sejumlah tokoh, kegiatan tersebut juga menjadi sorotan karena muncul dugaan adanya peserta yang bukan mahasiswa. Menanggapi hal itu, Budi memastikan kepolisian sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas dan latar belakang orang-orang yang diduga menggunakan identitas mahasiswa.
"Mahasiswa yang diduga gadungan dilakukan penyelidikan pihak kepolisian," imbuhnya.
Polda Metro Jaya belum menyampaikan hasil penyelidikan terkait dugaan tersebut. Karena itu, status dan keterlibatan pihak-pihak yang disebut sebagai mahasiswa gadungan masih menunggu proses pemeriksaan kepolisian.
Budi menambahkan, pihaknya menerima berbagai kritik dan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi. Ia menyebut kepolisian menghormati aspirasi publik dan berupaya memperbaiki pelayanan ke depan.
"Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik," pungkasnya.
