Melihat sering berebut HP untuk mengerjakan tugas sekolahnya, muncul gagasan untuk membeli HP baru, dan Ahmad Fardan berinisiatif membuka celengan yang terbuat dari bahan plastik. Saat dihitung, uang tabungannya berjumlah sekitar Rp 1.300.000, yang terdiri uang recehan atau mata uang logam pecahan Rp 500 dan Rp 1.000 yang seluruhnya berjumlah Rp 1.195.000, sedang lainnya lembaran uang kertas pecahan Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 50.000 dan juga Rp 100.000.
Karena masih kurang untuk membeli HP baru, Sofia juga rela celengannya ikut dibuka dan uangnya untuk menambah kekurangannya. Dari dua celengan milik kakak-beradik ini, terkumpul uang sekitar Rp 2 juta lebih.
Baca Juga: Bertahan Hidup di Masa Pandemi, Masyarakat Diedukasi Bercocok Tanam Hidroponik
Baca Juga: Vaksinasi Massal di Posko Satgas COVID-19 Timbulkan Kerumunan dan Abaikan Prokes
Dari uang tersebut, Mushokhib bersama istri dan kedua anaknya pergi ke salah satu konter HP yang ada di Salaman, dan ternyata harga HP yang dibeli tidak sampai Rp 2 juta.
