Lanjutnya, setelah ia menyampaikan hal tersebut, dirinya langsung pulang ke rumah, namun ternyata di malam yang sama, suami Wa Eti datang ke kapal mencari dirinya. Padahal menurutnya, ia hanya menyampaikan itu secara baik-baik dan tidak mengeluarkan kata-kata kotor.
Baca juga: Enam Kasus Baru, RSD COVID-19 Konawe Penuh
"Saya tidak tau apa yang disampaikan Wa Eti ke suaminya sampai suaminya mencari saya. Saya hanya tegur begitu saja, tidak seperti apa yang dia komentari di media bahwa dilarang menjual di atas kapal, bahkan sampai mengait-ngaitkan dengan politik. Padahal saya tidak pernah bicara kuning (simbol pasangan calon kepala daerah Arhawi-Hardin La Omo) ataupun merah (simbol pasangan calon kepala daerah Haliana-Ilmiati Daud) saat saya menegur dia. Saya berani bersumpah, saya dibawa cahaya nur ini," ucapnya.
Kemudian kata La Janggu, pada Kamis (24/9/2020), saat persiapan keberangkatan kapal ke Kendari, Ibu itu kembali mendatangi dirinya dengan marah-marah.
"Saya baru mau naik di kapal, ibu itu panggil saya, lalu mengatakan akan tuntut saya di Polisi, karena cemarkan nama baiknya. Saya juga bingung, cemarkan nama baiknya dari mana. Nah saya hanya sampaikan kalau bisa jangan lagi titip kripiknya di kantin kapal. Di mana letak kesalahannya saya," kata La Janggu.
