Penelitian dan pengalaman empiris menunjukkan bahwa rumah yang dilapisi campuran kotoran sapi bisa memiliki suhu lebih rendah hingga 7 derajat Celsius dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini memberikan keuntungan besar, terutama di daerah yang rentan terhadap gelombang panas.

Tak hanya menjaga suhu ruangan, kotoran sapi juga memiliki keunggulan lainnya, yakni kandungan senyawa alami yang bersifat anti-mikroba. Kandungan fenol dan bakteriofag di dalamnya diyakini mampu melawan berbagai jenis bakteri jahat, sehingga turut membantu menjaga kebersihan lingkungan.

Di masa lalu, masyarakat pedesaan India sering melapisi lantai rumah dengan kotoran sapi untuk alasan kebersihan dan kesehatan. Praktik ini umum dilakukan di wilayah yang belum memiliki akses terhadap produk pembersih modern, namun tetap mengutamakan sanitasi rumah tangga.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya bangunan berkelanjutan, sejumlah inovator mulai mengembangkan produk berbahan dasar kotoran sapi untuk kebutuhan konstruksi modern. Salah satunya adalah Dr. Shivdarshan Malik, yang menciptakan Vedic Plaster.

Vedic Plaster merupakan material plester dinding berbahan dasar kotoran sapi, tanah liat, daun neem, dan gipsum. Kombinasi bahan-bahan alami ini diklaim mampu mengurangi suhu panas secara signifikan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat.