Baca Juga: Unik: Jepang Tawarkan Jasa Sewa Orang untuk Minta Maaf, Diiringi Tangisan Dibanderol Lebih Mahal

Tak hanya itu, Dr. Malik juga menciptakan produk inovatif lainnya bernama Gocrete Bricks. Bata ramah lingkungan ini terbuat dari bahan alami dan memiliki kemampuan untuk memblokir hingga 70 persen panas dari luar. Teknologi ini dianggap relevan untuk diterapkan di kawasan perkotaan yang terus menghadapi suhu tinggi akibat urbanisasi.

Contoh lain dari pemanfaatan kotoran sapi untuk bangunan ramah lingkungan juga ditemukan di Tamil Nadu. Di wilayah tersebut, sepasang suami istri membangun rumah menggunakan bahan utama berupa tanah, kapur, kotoran sapi, serta pintu dan jendela bekas.

Upaya tersebut tidak hanya menunjukkan keberlanjutan dalam penggunaan material lokal, tetapi juga menegaskan bahwa solusi tradisional bisa tetap relevan ketika dikombinasikan dengan pendekatan inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik yang dianggap kuno ternyata bisa menjadi bagian dari solusi masa depan. Dalam konteks perubahan iklim dan urbanisasi, pendekatan-pendekatan alami seperti penggunaan kotoran sapi justru memberikan manfaat yang tidak bisa diabaikan. (C)