Awan berlubang ini memiliki bentuk seperti lubang pada awan. Dimana, fenomena ini biasanya terjadi di lapisan awan altocumulus, diikuti oleh cirrocumulus dan kemudian stratocumulus.
Awan berlubang ini akan lebih jelas jika dilihat dari pesawat terbang ketika melewati lapisan kumuliform yang tipis dan memicu glasial.
Dimana, glasial akan membuat partikel awan yang berubah menjadi tetesan air membentuk es. Proses inilah yang menciptakan celah di awan.
"Bentuk seperti celah pada awan itu paling sering ditemukan di lapisan awal altocumulus, diikuti oleh cirrocumulus lalu kemudian stratocumulus," ungkap Hukama Nur Akmal selaku Forecaste BMKG Banyuwangi.
2. Disebut awan Cavum
