Tak hanya mencengangkan, fenomena ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai kesehatan mental dan dinamika hubungan sosial di era digital.

Psikolog klinis Angellia Lestari Christiani menjelaskan bahwa mythomania sebenarnya dapat ditangani dengan beberapa pendekatan yang tepat.

Angellia menyebut bahwa terapi perilaku kognitif hingga pendekatan farmakologis bisa membantu individu yang mengalami gangguan ini.

Baca Juga: Wanita Berkumis Disebut Punya Nafsu Seksual Lebih Besar, Begini Fakta Medisnya

Menurutnya, penting untuk memahami bahwa penderita mythomania bukan hanya sekadar “tukang bohong”, tetapi membutuhkan penanganan profesional secara serius.