Baca Juga: Pasca Melahirkan Sesar, Ini Jeda Waktu Dianjurkan Berhubungan Intim
Menurut Angellia, sikap ini terbukti lebih efektif daripada mengonfrontasi langsung kebohongan yang dibuat oleh penderita.
“Pendekatan yang agresif justru terbukti meningkatkan frekuensi perilaku berbohong,” katanya.
Ia menyarankan agar kita menunjukkan ketidaktertarikan terhadap kebohongan, tetapi tetap menunjukkan perhatian terhadap orang tersebut secara umum. Dengan demikian, penderita tidak merasa ditolak sepenuhnya, namun juga tidak mendapat “penguatan” dari kebohongannya.
Fenomena mythomania menjadi alarm penting bagi masyarakat digital untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis yang tersembunyi di balik konten media sosial.
