Restoran tersebut dikenal sebagai pelopor kuliner ramah lingkungan yang mengangkat konsep “masakan fusi ekologis.” Konsep ini mencakup penggunaan bahan-bahan alami dan tidak konvensional, seperti daun pohon, es batu berlapis madu, hingga kotoran gajah yang telah melalui proses sterilisasi ketat. Semua sajian didesain untuk memberikan pengalaman kuliner yang tak biasa.
Sebelum menikmati hidangan utama, para tamu diajak mengikuti ritual unik, seperti memetik daun dari tanaman pot dan mencelupkannya ke dalam saus untuk dimakan mentah. Seorang pelayan menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari pengalaman kuliner berbasis alam yang ingin mereka sampaikan.
Baca Juga:
Salah satu hidangan yang mencuri perhatian adalah penutup bertajuk “Bunga yang Dimasukkan ke Kotoran Gajah.” Sajian ini diracik dari kotoran gajah kering yang dihancurkan menjadi serpihan renyah, lalu dihias dengan selai buah, serbuk sari, sorbet madu, dan parfum herbal.
Para tamu bahkan bisa menaiki tangga untuk mengikuti “tur hidangan penutup” agar dapat memilih kombinasi rasa sesuai preferensi mereka.
