Arlan menjelaskan bahwa persoalan sebenarnya bukan terkait anaknya, melainkan masalah internal sekolah yang membuat pihaknya menegur kepala sekolah.
Ia bahkan menambahkan bahwa guru yang bermasalah sudah dipindahkan untuk mencegah kondisi serupa terulang kembali.
Pada kesempatan yang sama, Arlan juga membantah tuduhan bahwa anaknya membawa mobil ke sekolah. Menurutnya, kabar itu sama sekali tidak benar.
“Terkait masalah anak saya itu adalah berita hoax, anak saya tidak membawa mobil ke sekolahan dan anak saya diantar. Dan kalau ini menjadi suatu kesalahan, saya selaku wali kota Prabumulih mengucapkan permohonan maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat,” jelasnya.
