Olive telah meminta maaf karena telah menyinggung siapa pun dengan pakaian yang terbuka, yang diikat dengan peniti. Dia mengatakan selotip di putingnya menahan pakaian itu agar tidak terlepas.
Dilansir dari Okezone.com, pengusaha pancake yang menangis itu berkata: "Saya perlu menghasilkan uang sendiri. Saya hanya berusaha untuk menghidupi diri sendiri. Pelanggan mengantre bahkan sebelum toko dibuka. Beberapa bahkan berpose dengan saya dan berbagi foto secara online, membuat kios saya semakin populer."
"Baru tiga bulan sejak saya membuka (kios) dan sekarang saya telah menjual lebih dari 100 kotak panekuk renyah sehari."
Polisi mengatakan Olive perlu menjaga rambutnya tetap dalam jaring, memakai celemek, menggunakan sarung tangan, dan menjaga jarak antara pelanggan selama memanggang.
"Saya bersedia mengikuti instruksi dari semua petugas," kata Olive.
