Narasi yang menyertai unggahan mengaitkan rekaman tersebut dengan peristiwa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata di wilayah Nusa Tenggara Barat. Sejak saat itu, berbagai versi tautan bermunculan dan dibagikan ulang tanpa verifikasi sumber.
Dalam potongan video yang beredar, terlihat dua pemeran duduk di atas kasur. Seorang pria mengambil botol minuman dan menuangkannya ke gelas kecil, lalu memberikannya kepada perempuan di sampingnya.
Adegan tersebut menjadi dasar munculnya spekulasi warganet yang kemudian menghubungkannya dengan merek minuman tertentu. Setelah itu, rekaman terhenti atau terpotong sehingga konteks utuh tidak diketahui.
Sejumlah tautan yang beredar ternyata tidak mengarah pada video asli. Beberapa di antaranya justru membawa pengguna ke laman tidak jelas, bahkan meminta data pribadi. Pola ini memunculkan peringatan tentang potensi penipuan digital. Praktik penyebaran link palsu kerap dimanfaatkan untuk pencurian akun atau penyalahgunaan informasi pribadi pengguna.
Pihak kampus yang namanya sempat terseret memberikan klarifikasi resmi. Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Universitas Mataram menegaskan pemeran dalam video tersebut bukan mahasiswa mereka. Penelusuran internal dilakukan untuk memastikan identitas serta waktu perekaman video yang sebenarnya.
