Pernyataan tersebut disampaikan untuk meredam tudingan yang menyasar individu tertentu.
Seorang mahasiswi yang namanya disebut warganet turut memberikan klarifikasi langsung. Ia membantah keterlibatan dalam video dan meminta publik tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Langkah itu dilakukan guna menghindari dampak sosial maupun psikologis akibat tuduhan di ruang digital.
Fenomena perburuan link viral kembali menunjukkan bagaimana narasi yang belum tentu benar dapat berkembang cepat di media sosial. Pakar keamanan siber sebelumnya juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat mengklik tautan mencurigakan. Selain risiko malware, pengguna bisa menjadi korban penipuan berkedok konten sensasional.
Hingga kini, belum ada bukti resmi yang menunjukkan keterkaitan antara video tersebut dengan kegiatan mahasiswa KKN. Aparat dan pihak kampus meminta masyarakat menghentikan penyebaran tautan yang belum jelas sumbernya. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
