Beberapa bahkan berpotensi mengandung risiko keamanan digital bagi pengguna, seperti iklan berlebihan atau pengalihan halaman yang tidak jelas tujuannya.
Pola ini bukan hal baru dalam lanskap digital. Istilah atau nama yang sedang ramai kerap dimanfaatkan untuk menarik klik. Ketika rasa penasaran publik meningkat, kata kunci tertentu menjadi alat efektif untuk meningkatkan lalu lintas, meski informasinya belum tentu benar atau lengkap.
Efek Fear of Missing Out atau FOMO turut berperan dalam mempercepat penyebaran isu ini. Saat satu topik terlihat dibicarakan secara masif, pengguna lain terdorong untuk ikut mencari agar tidak tertinggal arus percakapan. Dalam kondisi tersebut, proses verifikasi sering kali terabaikan.
Seorang pengamat literasi digital menyebutkan bahwa situasi semacam ini menuntut kehati-hatian ekstra. “Masyarakat perlu membedakan antara informasi yang terkonfirmasi dan sekadar narasi viral yang belum jelas asal-usulnya,” ujarnya dalam diskusi daring yang dikutip dari unggahan publik.
Baca Juga: Viral Link Video TikToker Cantik Parera 11 Menit Beredar, Begini Penjelasannya
